Harap Tunggu ....

Change Color

Desa Jetis merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Curahdami tepatnya di Kabupaten Bondowoso. Desa Jetis merupakan desa yang terluas di Kecamatan Curahdami dengan memilik luas wilayah 403.047 Ha. Desa Jetis berbatasan dengan Desa Pakuwesi dibagian Barat, Desa Kembang dibagian Utara, Desa Pancoran dibagian Timur, dan Desa Dadapan dibagian Selatan. Desa Jetis terdiri dari kurang lebih sekitar 1800 KK. Adapun untuk KK RTSM sebanyak 650 KK. Desa Jetis terdiri dari 23 RT, 9 RW, dan 14 dusun. Mayoritas penduduk Desa Jetis bekerja sebagai petani dan peternak. 

 

Penggunaan lahan di Desa Jetis mayoritas difungsikan sebagai lahan pertanian, contohnya pertanian seperti tembakau, padi, tebu, cabai, dan lain-lain. Nama Desa Jetis sendiri ini dilontarkan pertama kali oleh Wongsocoro dan kawan-kawan yang merupakan salah satu pengikut Raden Asra (Ki Ronggo). Jetis sendiri memiliki arti "Dipijak Sampai Betis" dengan asal-usul Wongsocoro secara tidak sengaja menginjak tanah yang lembut, lembek, dan sungai yang becek. Pada saat itu juga daerah tersebut masih berupa hutan dan alang-alang yang dibabat pertama kali oleh Wongsocoro sehingga terbentuklah desa yang dinamakan Desa Jetis.

 

Berikut merupakan beberapa dokumentasi kunjungan mahasiswa KKN dengan perangkat desa serta beberapa kepala dusun di Desa Jetis. Selama kunjungan tersebut, beberapa kepala dusun berkenan untuk menghantarkan mahasiswa KKN berkeliling desa dan menjelaskan potensi yang dimiliki oleh desa. Sehingga, mahasiswa memiliki sedikit gambaran terkait potensi dan permasalahan yang ada di Desa Jetis.  

Potensi yang dimiliki Desa Jetis sangat beragam dan dilestarikan oleh masyarakat secara turun-temurun. Salah satunya yaitu potensi pertanian tanaman tembakau yang mayoritas tembakau ditanam oleh masyarakat Desa Jetis. Tanaman tembakau menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat karena mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani tembakau. Lahan tembakau dimanfaatkan dengan baik tiap tahunnya dengan sekali musim, lalu digilir dengan tanaman padi. 

Jadi lahan yang ada di Desa Jetis ini dimanfaatkan untuk menanam beberapa jenis tanaman. Tanahnya yang subur, cuacanya yang baik untuk ditanami lahan pertanian menjadikan Desa Jetis memiliki potensi tembakau yang baik. sistem tanam yang ada di Desa Jetis ialah sistem tumpang sari antara cabai dengan jagung atau bisa dengan tanaman kacang tanah. Selain adanya pertanian terdapat juga peternakan yang mayoritas masyarakat di Desa Jetis memiliki ternak sapi. Desa Jetis memiliki beberapa bentuk UMKM seperti UMKM roti goreng dan UMKM kerajian tas dari rajut.

Permasalahan yang ada di Desa Jetis seperti tidak berfungsinya website desa, adanya penyebaran penyakit PMK, kurangnya tingkat pemahaman kesehatan masyarakat dan kurangnya pemahaman terkait pendidikan berkelanjutan.

Melalui program KKN UMD (Unej Membangun Desa) yang menerjunkan 10 mahasiswa dari beberapa fakultas yang beragam di Universitas Jember dimaksudkan untuk dapat berkontribusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa. Fokus utama program kerja yang akan dilakukan oleh kelompok KKN UMD 259 adalah pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 

 

Pada program kerja ini akan dilakukan aktivasi kembali dan sosialisasi SAID (Sistem Administrasi dan Informasi Desa) yang ada pada Desa Jetis. Selain program kerja utama, kelompok KKN UMD 259 juga melakukan pengadian pada bidang pendidikan dan kesehatan. Bentuk pengabdian pada bidang pendidikan dengan melakukan sosialisasi senam cuci tangan dan pemberian materi terkait potensi diri di SDN Jetis 1. Bentuk pengabdian pada bidang kesehatan dengan ikut membantu kegiatan Posyandu.

 

Ada pertanyaan silahkan hubungi kami

Hubungi Kami di 085230477134