Kependudukan

Kependudukan

Berdasarkan Data Administrasi Pemerintah Desa, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total 5.247 jiwa. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 2.656 jiwa, sedangkan berjenis kelamin perempuan berjumlah 2.591 jiwa. Berkaitan dengan data jumlah penduduk dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini :

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Jetis Tahun 2015

No. Jenis Kelamin Jumlah Prosentase (%)
1. Laki-laki 2656 50,6 %
2. Perempuan 2591 49,3 %
Jumlah 5247 100%
Sumber : Buku Administrasi Desa Jetis Kecamatan Curahdami, Tahun 2015

Keadaan kependudukan di Desa Jetis dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Jetis berdasarkan usia dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat dalam Tabel berikut ini :

Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia
Desa Jetis Tahun 2015

No. Kelompok Usia Laki-laki Perempuan Jumlah Prosentase
(%)
0 – 6 315 290 605 6,3 %
7 – 15 280 395 675 16,2 %
16 – 18 357 391 748 11,2 %
19 – 24 277 385 662 17,6 %
25 – 39 376 380 746 18,4 %
40 – 49 234 210 444 13,6 %
50 – 59 380 280 660 11,5 %
>60 437 270 707 4,8 %
Jumlah 2656 2591 5247 100%
Sumber : Buku Administrasi Desa Jetis Kecamatan Curahdami, Tahun 2015

Dari total jumlah penduduk Desa Jetis, yang dapat dikategorikan kelompok rentan dari sisi kesehatan mengingat usia, yaitu penduduk yang berusia >56 tahun. Jumlah yang paling banyak 27 % adalah antara usia 50 sampai dengan 60 Sementara jumlah penduduk usia produktif yaitu dari usia 19-59 tahun sejumlah 61.1 %.

Dari usia >60 tahun tersebut jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki sebanyak 16,5 % dan perempuan ada .10,4 %. Sedang pada usia 0-4 tahun, yang berjenis kelamin laki-laki .11,8 % dan perempuan 11,1 %.

Penduduk usia produktif pada usia antara 19-59 tahun di 5247 jumlahnya cukup signifikan, yaitu 2.512 jiwa atau 61 % dari total jumlah penduduk. Terdiri dari jenis kelamin laki-laki 50,6 %, sedangkan perempuan 49,3 %.

Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah laki-laki usia produktif lebih banyak. Dengan demikian sebenarnya perempuan usia produktif di Desa Jetis dapat menjadi tenaga produktif yang cukup signifikan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif diharapkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat, sementara ini masih bertumpu kepada tenaga produktif dari pihak laki-laki.

Mata pencaharian Pokok

Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Jetis dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada Tabel selanjutnya.

Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Jetis jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 100 %.

Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 42,4 % dari total jumlah penduduk.

Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 17 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 71,3 % dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 42,4 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 71,3 % dari total jumlah penduduk.

Terbanyak ketiga adalah pedagang dengan 6,3 % dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 71,3 % dari total jumlah penduduk. Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI,karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan,peternak sapi, dan lain-lain.

Tabel Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Desa Jetis Tahun 2015

No. Jenis Pekerjaan Jumlah Prosentase dari Jumlah Penduduk
1. Petani 2223 42,4 %
2. Buruh tani 894 17%
3. PNS/TNI/POLRI 18 0,4 %
4. Karyawan swasta 178 3,4 %
5. Pedagang 330 6,3 %
6. Wirausaha 55 1,04 %
7. Pensiunan 3 0.05 %
8. Tukang bangunan 35 0,7 %
9. Peternak 1 0,01 %
Jumlah 3.737 71,3 %
Sumber : Dari data survey potensi ekonomi Desa Jetis, Juni 2015

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Jetis memiliki alternatif pekerjaan selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Jetis secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari alternatif pekerjaan lain.

Kondisi Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang ada di Desa Jetis Kecamatan Curahdami :

  • Pokesdes sampai saat ini Poskedes di Desa Jetis masih belum mempunyai bangunan sendiri keberadaannya mempergunakan ruangan kantor dibalai desa. Ada dua ruangan yang dipaki yaitu ruangan perawat dan bidan desa.
  • Dokter Spesialis Gigi 1,Bidan 1,Perawat 2.
  • Ada 3 dusun yang jaraknya cukup jauh yaitu :
Dusun Kramat jarak dari Poskesdes 1 Km dengan kondisi jalan sudah baik.
Dusun Krajan jarak dari Poskesdes 1 Km dengan kondisi jalan aspal baik
Dusun Pelalangan 3 jarak dari Poskesdes 3 Km dengan kondisi jalan Makadam.
  • Puskesmas pembantu dengan jarak dekat
  • Puskesmas dengan jarak tempuk dari desa Jetis 7 Km
  • Masyarakat desa Jetis mendapatkan pelayanan tidak dilengkapi dengan transportasi yang memadai hal tersebut menjadi kedala serius bagi masyarakat miskin. Terutama bagi ibu hamil yang akan melahirkan yang mempunyai jarak tempuh yang cukup jauh dengan kondisi jalan yang msih belum aspal dan rusakuntuk Dusun Pelalangan 3.

Posyandu

  • Posyandu Desa Jetis berjalan secara rutin setiap bulan dan semakin baik, sudah ada makanan tambahan bagi balita. Akan tetapi ada satu dusun yaitu Pelalangan 3 yang tidak rutin tersentuh kerena alat transportasi dan jalan makadam yang rusak dengan kodisi jalan yang terjal dan berliku-liku.
  • Posyandu di Desa Jetis dalam pelayanannya tiap bulan tidak mempunyai tempat sendiri. Pelayanan selama ini numpang rumah warga.

Pendidikan

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan dan tingkat perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat ketrampilan. Tingkat ketrampilan juga akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru sehingga akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Di bawah ini tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Jetis

Belum Sekolah : 472 orang
Pernah sekolah SD tapi tidak tamat : 942 orang
Tamat SD / sederajad : 2.604 orang
Tamat SLTP / sederajad : 864 orang
Tamat SLTA / sederajat : 318 orang
Tamat D1 : 12 orang
Tamat D2 : 3 orang
Tamat D3 : 5 orang
Tamat S1 : 25 orang
Tamat S2 : 2 orang
Tamat S3 : – orang
Jumlah Sekolah TK : 1 unit
Jumlah sekolah SD / sederajad : 4 Unit
Jumlah sekolah SLTP/ sederajad : 4 unit
Jumlah sekolah SLTA/ sederajad : – unit
Jumlah sekolah PT : – unit

 

Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Desa Jetis kebanyakan penduduk usia produktif hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level pendidikan dasar 49,6 % dan pendidikan menengah – SLTP dan SLTA – 22,5%. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 0,09%. Dan 18 % tidak tamat SD.

Kondisi Ekonomi dan Kemampuan Fiskal Desa

Sumber dana pembangunan desa berasal dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan dana Cukai Tembakau.

Sumber Penerimaan desa lainnya

NO URAIAN JUMLAH DANA
1. Pendapatan Asli Desa
-Hasil Usaha
Pendapatan Transfer
2. – Dana Desa Rp. 698.368.558
– Alokasi Dana Desa Rp. 599.432.011
– Bantuan Kabupaten Rp.
JUMLAH Rp. 1.297.800.569